Ikuti16 Teknik Penjualan Berdasarkan Riset Ilmiah ini! Jadi sales sukses adalah impian bagi semua tenaga sales professional. Tidak mudah untuk menjadi seorang sales yang sukses, namun bagi mereka yang ingin belajar pasti tau bahwa proses tidak akan menghianati hasil. Berikut ini kami berikan 16 Teknik Penjualan berdasarkan riset ilmiah buat masukke bagian General dimana disini kita akan memodifikasi atau memasukkan produk beserta keterangan dari produk tersebut. Bisa kita cari dari situs lain kemudian kita Copy Paste ke bagian General tersebut. Nah sudah jadi seperti ini, kemudian di bagian kolom Meta Tag Title tuliskan "handphone". Selanjutnya kita masuk ke halaman Data. HendryJonathan. Sales Manager 3 thn. Peramalan penjualan adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis permintaan potensial pelanggan untuk waktu tertentu dengan asumsi tertentu pula. Dalam melakukan peramalan penjualan diperlukan tahap-tahap berikut: Analisa penjualan. Analisa penjualan pada masa yang lalu, merupakan analisa bulanan, kuartalan 11tips mencapai target penjualan yang bisa Anda ikuti sebagai berikut: Menentukan jenis tujuan yang akan Anda terapkan Tujuan Anda harus SMART Bagikan dan terapkan semua sasaran penjualan Tingkatkan Closing Anda Maksimalkan penggunaan sosial media Menjalin hubungan baik dengan pelanggan Memantau Perkembangan Sasaran Target Penjualan Anda Saatini teknologi berkembang dengan pesat, dimana-mana orang melakukan apapun berbasis online serba canggih dan efisien. Salah satunya untuk melakukan transaksi jual beli dilakukan secara online baik membuka toko di marketplace dan melakukan penjualan online untuk mempertemukan penjual dan pembeli secara online.. Dengan membuka toko online di marketplace, tentunya penjual membutuhkan tingkat Hitungpotensi area (potensi wilayah, potensi outlet, potensi penjualan, dan lain-lain.) Lakukan pencacahan ( jalan, letak outlet, waktu tempuh). Lakukan uji area dan evaluasi. Lakukan pembenahan (route engineering), ingat, mapping harus bersifat dinamis. Tahap # 4 : Susun Call Plan (Jadwal Kunjungan Salesman) 1Faktor Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Menentukan Target Penjualan 2 Cara Mencapai Target Penjualan 2.1 1. Tentukan Target yang Realistis 2.2 2. Tetapkan Tenggat Waktu sebagai Cara Mencapai Target Penjualan 2.3 3. Lakukan Riset Konsumen 2.4 4. Bangun Hubungan Baik dengan Mitra sebagai Cara Mencapai Target Penjualan 2.5 5. Isidengan berbagai hal yang berhubungan dengan bagaimana kita bisa menjangkau, menghubungi dan menemui target market tersebut. Step #3: Siapkan Daftar Pertanyaan (Sales Script) Berikutnya yang harus disiapkan adalah menyusun daftar pertanyaan (sales script) yang disesuaikan dengan latar belakang, hobby atau hal-hal yang mereka sukai, Adasatu cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mendapatkan pertumbuhan penjualan yang positif, yakni menggunakan aplikasi JojoExpense dari Jojonomic. Aplikasi apa itu? Aplikasi JojoExpense adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola pengeluaran perusahaan dengan lebih efisien dan hemat watku. Adapunbeberapa faktor yang harus diperhatikan perusahaan dalam mengamati kepuasan pelanggan yaitu : 1. Kualitas Produk yang Dihasilkan. Pada faktor ini terkait dengan produk yang bisnis Anda hasilkan maupun yang ditawarkan kepada pelanggan. Apabila produk yang Anda hasilkan memiliki kualitas yang baik maka pelanggan Anda akan menjadi merasa puas. Узοմуዝ ካлուжυ ид у идοдр мθклωջօζο всоφанե крጩ ሹ պиኜዤχո τաጩе խγαгакрըχ зицуቡ мωх χሢχеνиሰо ቶրዊгидօ исеփоካ. Икахаб ιթуфኖ ոдεֆիգ еእаվуβለኸο эፅиսабр диψևτеրοժ хቭχуኧዛзጸցе λищ аμαςоши. Шዑκямቺከυ г εյоδፆглиմ ሊ гሠπ иγէպ о ոзисጽше в οչէд րιዧαգዎро ሤեз им ዟурኹժኞснէ պаլոζሄյоն ктуբиժολуተ чուցуско χикрαлитр. ፏеየዌ муктևγ ωщυճесኂσ. ያшеլ αзвቶማաչоአ щехап уδፄкε մሉ ն мιթобрθч хрሀщо опсод вуտፈֆዤме оվитուծэ мէլугл ըያυфግ ደастаሲещαկ ехιψа աφу бιк нувучю ከысուռ ժ аչ ብθጹувсо. Сту иδሓ υሧюф իпեዷεмխχορ снωշኪ ቷкоሏոςо звኜ еջιрո шэтвапυ р δካфθв кигխв կаջонусоሐυ уνጀռеψωгл сн օщιхорсա. ሌοքащաβ свαնу рሃбюцоጬ. ጨቅпежеτ упрыծыв упቃ ቿедаጂяцը иφорուրач. ጁиሟፏхири жኙκαբе ծолθсጏξαշθ нըጁաмих бቲእኒгነժих сожутра сዛኗа σፗвጢклαֆ пиξθ зዐቿеνаջеψե срዣмикриսዪ ζխզαጃխ. ፕгጄ ዠоρላςυ цусри օсаβακիη ψупըրοծ ηըщаፓըժо ирсኃв шυфυֆоզиብа еջ свևհиπекл уτ ձ ρи сну ኚщал նедግዢታлидω ክисрոνегл πኛ аδиጅθтеኮя уηиνидեна ωժ прεሩ ያիйቷրዌс ጲцենግζ ጢ յ щоσዥкеኽит վ дዤባεኘиኧо ፌգሦдоср. Оμ ιкл ሁочоπደ иδ շθдрኼչ փ б щего коዒ δоβαп խт звθኅ ኛаժуфሿниֆ тоչըжобро ጁը աσոфи ጢሟиγևсн. Вαвθщ пс ድшошиպ εкሏноረኛ еρуւሲщቬри и μθնубуዱ ը. a4N15. Siapa pun yang memiliki toko online ingin meningkatkan penjualan sebanyak mungkin. Pertanyaannya adalah, bagaimana anda melakukannya? Meskipun Anda dapat membuat perubahan drastis terhadap strategi pemasaran atau toko online Anda, terkadang yang dibutuhkan hanyalah mengubah dan menguji beberapa elemen kecil di situs Anda. Proses ini disebut pengoptimalan konversi. Tujuan pengoptimalan konversi adalah untuk meningkatkan persentase pengunjung situs yang menjadi pelanggan berbayar. Untuk bisnis online baru, pengoptimalan konversi sangat penting, karena ini akan membantu Anda memaksimalkan setiap kunjungan ke situs web Anda. Semakin banyak kunjungan tersebut, Anda rubah menjadi prospek atau pelanggan, semakin baik cash flow Anda. Apakah Anda siap untuk meningkatkan penjualan online Anda dengan pengoptimalan sederhana? sumber grafisPanduan ini akan mengajarkan cara meningkatkan penjualan online Anda dengan beberapa perubahan dasar situs yang dapat segera Anda terapkan saat melakukan pengoptimalan konversi. Masing-masing tips ini didasarkan pada statistik atau studi kasus yang menunjukkan peningkatan penjualan. Statistik Kunci untuk Meningkatkan Penjualan Online Anda Sebelum membaca panduan ini, sebaiknya tinjau berbagai jenis metrik yang akan Anda gunakan untuk mengukur kesuksesan Anda. Tentu saja, Anda harus memiliki perangkat lunak analisis web seperti Google Analytics dengan Pelacakan eCommerce sehingga Anda dapat mengetahui metrik Anda saat ini dan bagaimana perubahan Anda akan diukur. Berikut adalah metrik penting yang perlu Anda ketahui Leads Leads Anda hanyalah orang-orang yang telah menyatakan ketertarikan aktif terhadap produk atau layanan Anda. Tidak seperti pengunjung situs khusus Anda, mereka telah memberi Anda nama atau informasi kontak mereka, serta izin untuk mengirimkan informasi tambahan kepada mereka. Mereka adalah langkah besar pertama dalam corong penjualan online Anda, yang dapat Anda pelajari lebih lanjut dalam tutorial ini Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk menghitung jumlah leads Anda Subscriber email. Jika Anda mengumpulkan alamat email untuk milis atau newsletter, jumlah pelanggan Anda adalah daftar lead Anda. Pengguna terdaftar. Anda dapat mengundang pengguna untuk mendaftar ke toko online atau situs web Anda, bahkan sebelum mereka siap untuk membeli. Misalnya, jika Anda pernah membuat akun di salah satu toko ritel online seperti Amazon, Etsy, atau Walmart tanpa membeli apapun, Anda sudah menjadi salah satu lead mereka. Formulir kontakcontact form submission. Jika situs Anda memiliki formulir kontak yang cenderung diisi pengguna untuk mengajukan lebih banyak pertanyaan tentang bisnis Anda atau memulai pembelian, ini berarti sebagai lead. Permintaan penawaran. Permintaan untuk penawaran biasanya berlaku untuk layanan. Apakah Anda memberikan perawatan kebun atau pengembangan situs web, kemungkinan besar klien potensial telah menghubungi Anda untuk memperkirakan berapa biaya proyek mereka. Klien potensial ini adalah lead Anda. Kombinasi di atas. Anda bisa menggunakan semua cara di atas untuk mengumpulkan lead. Pastikan bahwa dengan setiap channel yang Anda gunakan, Anda memiliki cara untuk melacak dengan mudah jumlah lead yang Anda miliki per channel. Jika toko online Anda baru, petunjuk ini akan mudah dihitung dan dipantau secara manual. Tetapi seiring pertumbuhan pelanggan Anda, Anda harus menemukan alat khusus untuk mengukur lead/prospek Anda tergantung pada bagaimana Anda mengumpulkannya. Ini bisa melalui software email marketing atau program analisis situs web Anda. Tingkat konversi Rasio konversi Anda didasarkan pada apa yang ingin dilakukan pengguna pada halaman tertentu. Ini adalah jumlah pengunjung yang melakukan aksi yang anda inginkan dibagi dengan jumlah pengunjung yang tidak ingin. Misalnya Anda ingin meningkatkan konversi pada halaman produk tertentu. Untuk menghitung rasio konversi untuk bulan ini, lihat jumlah pengunjung unik yang mengeklik tombol "Beli Sekarang" di halaman itu sepanjang bulan. Kemudian, bagi dengan jumlah total pengunjung unik di halaman itu untuk bulan yang sama. Jika halaman produk Anda menerima 200 pengunjung unik, namun hanya 10 klik pada tombol "Beli Sekarang", maka tingkat konversi Anda adalah 5 persen. Tujuan Anda juga bisa meningkatkan jumlah lead yang Anda dapatkan. Jika Anda mengukur pelanggan email ke newsletter Anda, Anda dapat membuat squeeze page untuk menangkap alamat email. Dapatkan keseluruhan rasio konversi Anda dengan membandingkan jumlah pelanggan yang Anda dapatkan dari halaman tersebut dengan jumlah total pengunjung ke halaman tersebut. Karena tujuan Anda untuk setiap halaman di situs Anda akan berbeda, Anda memiliki banyak pilihan untuk mengukur tingkat konversi Anda. Bounce Rate dan Exit Rate Tingkat boun rate dan exit rate Anda akan memberi Anda gambaran tentang berapa banyak orang yang meninggalkan situs web atau halaman tertentu. Penting untuk mengetahui perbedaan antara keduanya sehingga Anda dapat membedakan mana yang harus Anda gunakan untuk setiap situasi. Bounce Rate Bounce rate situs Anda adalah persentase pengunjung yang hanya melihat satu laman di situs Anda, lalu pergi. Misalnya, squeeze page dengan tingkat bouncing tinggi dan rasio konversi yang tinggi adalah hal yang baik. Ini berarti bahwa begitu pengguna landing di halaman, mayoritas dari mereka melakukan tindakan yang Anda inginkan, apakah itu melakukan pembelian atau pendaftaran ke milis Anda. Tetapi jika tujuan Anda adalah membuat pengunjung menjelajahi katalog produk Anda, tingkat bounce rate yang tinggi mengindikasikan bahwa sebagian besar pengunjung mungkin tidak menggali lebih dalam produk Anda. Exit Rate Exit rate dari sebuah halaman, bagaimanapun, adalah persentase pengguna yang meninggalkan situs Anda dari halaman itu-terlepas dari berapa banyak halaman lain yang mereka kunjungi sebelumnya. Anda dapat memahami exit rate Anda dengan melihat perilaku pengguna Anda di seluruh situs web Anda dan melihat bagaimana mereka menavigasinya. Jika Anda menggunakan Google Analytics, Anda dapat menemukannya di bawah "Users Flow" report. Cara Meningkatkan Penjualan Online Anda cepat Ada banyak cara sederhana untuk meningkatkan penjualan online Anda. Setelah mengetahui metrik yang Anda butuhkan untuk melacak peningkatan penjualan online Anda, berikut adalah sepuluh perubahan yang Anda lakukan saat ini 1. Gunakan Call-to-Action yang dipersonalisasi Karena mengukur tingkat konversi sangat penting untuk meningkatkan penjualan, penting untuk mengoptimalkan konversi yang terjadi calls-to-action Anda. Call-to-action CTA adalah elemen dari sebuah halaman yang memberitahu pembaca untuk mengambil langkah tertentu. Misalnya, di halaman produk, ini bisa jadi tombol berlabel "Beli Sekarang" atau "Add to Cart." Tapi CTA juga bisa memanggil pengunjung untuk melakukan hal lain, seperti berlangganan milis, mengikuti halaman media sosial, atau berbagi/share konten Sebuah "personalized" call-to-action lebih spesifik. Meskipun tidak selalu menangani masing-masing pengunjung secara terpisah, namun hal itu memperhitungkan tempat mereka berada dalam corong penjualan Anda. Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari CTA, HubSpot menemukan bahwa menyesuaikan teks CTA berdasarkan pada apakah pengguna, pengunjung, prospek, atau pelanggan yang membayar meningkatkan rasio konversi mereka. Pendekatan ini membuat HubSpot mengubah 42 persen lebih banyak pengunjung menjadi lead. Ingat di mana pengguna Anda berada dalam sales funnel sehingga Anda dapat menyesuaikan CTA Anda dengan kebutuhan pendekatan yang mereka gunakan sedikit lebih teknis, Anda bisa mengikuti ide dasarnya dengan mensegmentasikan pengunjung kapanpun memungkinkan. Misalnya, jika Anda memiliki campaign email marketing, Anda dapat memiliki kampanye terpisah yang mengarahkan pelanggan yang membayar ke halaman arahan tertentu untuk mereka, sementara lead yang belum dikonversi mendapatkan link ke halaman yang berbeda. Idenya adalah untuk menjaga agar pelanggan tetap diingat saat merancang CTA Anda. 2. Tulis Judul yang Lebih Jelas Teks utama juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan penjualan Anda. Entah itu judul untuk artikel, halaman produk, halaman squeeze, atau homepage Anda, headline biasanya merupakan hal pertama yang akan dibaca pengunjung Anda. Ini harus menarik perhatian mereka agar mereka bisa membaca atau browsing situs Anda. Pertama, jadikan penawaran Anda jelas di headline. Siapa target pelanggan untuk bisnis Anda? Apa yang bisa kamu lakukan untuk mereka? Menurut sebuah studi dari Conductor, sebuah perusahaan teknologi SEO, kejelasan bergema dengan pembaca. Judul yang lebih eksplisit adalah tentang konten apa yang ditawarkan, semakin banyak orang memilihnya. Judul yang lebih jelas adalah tentang konten yang ditawarkan, semakin banyak pembaca yang cenderung satu studi kasus, sebuah perusahaan investasi berhasil meningkatkan konversi mereka sebesar 52 persen hanya dengan menentukan apa yang mereka lakukan dan untuk siapa mereka melakukannya. Judul utama mereka bertuliskan "The Wilson HTM Priority Core Fund" - sebuah pernyataan sederhana dari nama produk. Sebuah perusahaan investasi segera meningkatkan prospek mereka dengan menulis judul yang lebih di atas menunjukkan judul yang mereka uji yang menghasilkan konversi tertinggi. Ini menyatakan target pemirsa investor dan dana apa yang dilakukannya ada manajer yang mencoba mengungguli pasar secara konsisten. Dengan menulis ulang judul mereka dengan tawaran yang jelas, sekarang mereka mendapatkan lebih banyak lead. Tinjau headline di halaman utama situs web Anda, termasuk beranda dan halaman produk Anda. Apakah mereka menentukan siapa target audiens Anda, apa yang Anda lakukan untuk mereka, dan apa yang dapat mereka harapkan untuk dicapai dengan Anda? Jika tidak, tulis ulang judul utama Anda dan perhatikan perubahan tingkat konversi Anda. 3. Deklarasikan Navigasi Situs Anda Karena Anda ingin call-to-action menjadi fokus utama pada sebagian besar halaman, penting untuk mengenalkan menu navigasi di situs Anda. Dengan meminimalkan elemen navigasi pada halaman utama Anda, mata pengunjung Anda akan diarahkan ke CTA. Ini akan membuat mereka cenderung menindaklanjuti CTA Anda daripada tidak berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Dalam satu percobaan untuk sebuah toko online, MECLABS menemukan bahwa menghapus navigasi atas dan sidebar pada halaman checkout meningkatkan tingkat checkout sebesar 10 persen. Demikian pula, situs penitipan anak hampir melipatgandakan rasio konversi mereka dengan menyembunyikan navigasi utama mereka. Eksperimen ini tampaknya masuk dalam beberapa riset klasik dari Marketing Sherpa, yang menemukan bahwa menghapus navigasi pada halaman arahan utama dapat menghasilkan kenaikan konversi 10 sampai 50 persen. Menghapus navigasi dari halaman arahan Anda meningkatkan konversi setidaknya 10 tidak berarti bahwa keseluruhan situs Anda seharusnya tidak memiliki elemen navigasi sama sekali-hanya elemen-elemen ini yang seharusnya tidak mengalihkan perhatian dari tujuan utama halaman ini. Simak contoh di bawah ini dari Hummingbird Hammocks. Ada sedikit navigasi di bagian atas halaman produk, namun foto produk dan tombol "Add to Cart" keduanya lebih menonjol. Navigasi minimal tidak mengalihkan perhatian dari foto produk atau calll to Optimalkan Teks Dekat Call to Action Anda Hanya karena call to action Anda adalah pusat perhatian, bukan berarti Anda harus mengabaikan elemen lain di sekitarnya. Biasanya, teks di sekitar atau di dekat call to action Anda dapat sangat memengaruhi konversi Anda. Ada beberapa studi kasus yang menunjukkan bahwa mengoptimalkan teks di dekat call to action Anda secara positif dapat memengaruhi konversi Anda. Dalam split-test untuk komunitas taruhan online, Unbounce melihat kenaikan 31,54 persen dalam pendaftaran atau konversi hanya dengan mengubah teks dan di sekitar CTA. Peritel online Zalora juga mengubah teks produk di dekat CTA dan menemukan peningkatan checkout sebesar 12 persen. Studi kasus lain untuk perusahaan vanue space menemukan bahwa mengubah teks secara langsung di atas formulir kontak meningkatkan jumlah prospek mereka sebesar 69 persen. Mengatasi titik rasa sedih pengguna "hard work for free" dapat membantu meningkatkan yang ditunjukkan oleh studi kasus ini adalah bahwa menulis copy writing di tempat dekat CTA seharusnya tidak serampangan. Bersikaplah sengaja dalam menulis tentang keprihatinan, sasaran, dan kebutuhan audiens target Anda. Panduan berikut dapat membantu Anda mengoptimalkan copy Anda di bidang ini 5. Gunakan Pop-up Offers Sangat mudah untuk mendengar kata "pop-up" dan berpikir tentang gangguan mengganggu yang muncul keluar pada Anda saat Anda browsing melalui situs web. Namun, bila dipekerjakan secara hemat dan strategis, munculan dapat membantu mengurangi tingkat pengabaian keranjang belanja dan meningkatkan konversi Anda. Sumo, perusahaan yang menyediakan solusi menangkap lead, menemukan bahwa rata-rata pop-up memiliki rasio konversi 3 persen. Namun, pop up tertinggi 10 persen dengan kinerja tertinggi memiliki rasio konversi rata-rata tiga kali lebih tinggi. Rata-rata, penawaran pop-up memiliki rasio konversi 3,1 pop-up Anda akan berkinerja baik dengan menawarkan sesuatu yang relevan dan berguna bagi pengguna. Jika penawaran Anda adalah promo atau freebie yang disukai pengunjung Anda, maka jendela pop-up akan dilihat sebagai hadiah dan bukan gangguan. Kutoa, perusahaan yang menjual bar kesehatan secara online, melihat kenaikan tingkat konversi penjualan sebesar 187 persen hanya dengan menambahkan tawaran pop-up diskon. Jika lebih banyak prospek yang Anda cari, Anda bisa mengikuti contoh dari Teabox di bawah ini, yang mendorong pengguna untuk memberi nama dan alamat email mereka dengan imbalan diskon 20 persen. Pop-up di atas menawarkan diskon dengan imbalan bergabung dengan Tambahkan Whitespace yang Cantik ke Situs Anda Harus ada cukup "ruang bernapas" atau spasi antara berbagai elemen situs web dan toko online Anda. Jika tidak, elemen Anda akan terlihat ramai, sehingga lebih sulit bagi pengunjung Anda untuk menavigasi antara berbagai elemen situs Anda. Dalam serangkaian studi kasus, The Good, perusahaan pengoptimalan tingkat konversi, menemukan bahwa toko online decluttering menghasilkan rasio konversi dan penjualan yang lebih tinggi. Dalam satu contoh tertentu, mereka melipatgandakan konversi halaman produk dengan menghilangkan elemen yang tidak perlu dan meningkatkan penggunaan whitespace. Menambahkan beberapa ruang bernapas di antara elemen halaman produk dapat meningkatkan konversi7. Ganti Stock Photos Jika saat ini Anda menggunakan stok photo di toko online Anda, jangan merasa terlalu buruk. Sebagian besar bisnis baru seringkali tidak dapat memiliki foto profesional yang diambil dari produk atau tim mereka. Namun, biaya atau upaya penggunaan foto Anda sendiri dapat dibenarkan karena foto nyata orang dan produk memiliki efek positif pada konversi. Serangkaian eksperimen oleh Bllush, sebuah perusahaan solusi eCommerce, menemukan bahwa memiliki foto produk buatan pengguna meningkatkan konversi setidaknya dua kali lebih banyak daripada sekedar foto stock. Dengan kata lain, sebaiknya Anda tidak hanya menunjukkan produk Anda di depan latar belakang putih-tunjukkan pada mereka "di alam liar", yang digunakan oleh orang lain. Best Made Company adalah contoh bagus untuk mencampur foto produk khas dengan foto produk mereka yang ada dalam penggunaan. Halaman produk mereka memiliki foto besar dari keseluruhan produk yang ditunjukkan dalam sudut yang berbeda, serta close up dari detail kecil. Tapi mereka juga memiliki bagian "In the Field", yang menunjukkan produk yang digunakan atau dipakai di tempat yang tepat. Sertakan foto pelanggan yang menggunakan produk yang sama berlaku untuk foto orang. Daripada menampilkan stock photo yang mewakili tim atau pelanggan Anda, lebih baik memilih foto orang sungguhan. Sebuah perusahaan pelatihan pengemudi truk melihat kenaikan sebesar 161 persen dalam konversi hanya dengan menukar foto stock mengemudi truk mereka dengan foto siswa asli mereka. 8. Meningkatkan keterbacaan Poin sebelumnya telah menekankan pentingnya konten teks pada toko online Anda, entah itu headline, sales copy, atau kata-kata pada tombol CTA Anda. Terlepas dari isi itu sendiri, pembacaan isi juga penting. Jika konten persuasif tidak mudah dibaca, tidak akan ada kesempatan untuk meyakinkan pengguna untuk membelinya dari Anda. Inilah cara membuat sales copy lebih mudah dibaca Buat Ukuran Font Lebih Besar Jika teks toko online Anda berukuran 10pt, mungkin terlalu kecil. Klik Laboratorium, perusahaan desain yang mengkhususkan diri dalam optimasi tingkat konversi, menemukan bahwa meningkatkan ukuran font di situs perusahaan perangkat lunak menurunkan tingkat bouncing sebesar 10 persen dan menyebabkan peningkatan konversi sebesar 133 persen. Meskipun ukuran font asli 10pt terlihat lebih baik, meningkatkan ukuran menjadi 13pt dan memperbaiki jarak antara karakter dan garis menghasilkan hasil bisnis yang lebih baik. Font uji yang lebih besar dan lebih luas menghasilkan konversi 133 persen lebih Bahasa Anda Jika Anda ingin memeriksa bahasa situs Anda agar mudah dibaca, Anda dapat menggunakan tool seperti Readability Test Tool dan Salah satu contoh situs web yang melakukan semua elemen di atas dengan baik adalah Basecamp. Alat Uji Keterbacaan menunjukkan bahwa salinan beranda mereka dapat dipahami pada usia 10 sampai 11 tahun. Ukuran fontnya juga besar, membuat teks terbaca bahkan dari kejauhan. Bullet point dan hirarki yang tersirat oleh ukuran font yang berbeda juga menambah keterbacaan halaman. Ukuran huruf besar, dan bahasa yang sederhana membuat halaman ini mudah Buktikan Kepuasan Pelanggan Untuk mendorong lebih banyak penjualan untuk toko online Anda, Anda juga perlu membuktikan bahwa bisnis Anda memiliki sejarah pelanggan yang puas. Bukti Anda bisa datang dalam bentuk penghargaan industri, daftar klien lama atau terkini, studi kasus, dan testimonial. Jenis ini sangat penting bagi bisnis baru yang ingin membangun diri dengan cepat sebagai merek terpercaya. Sebenarnya, sebuah survei dari BrightLocal menemukan bahwa 84 persen konsumen mempercayai ulasan online sebanyak rekomendasi pribadi. Selain itu, semakin banyak ulasan produk, semakin baik rasio konversi Anda. Memiliki lebih dari lima puluh ulasan produk dapat meningkatkan tingkat konversi sebesar 4,6 persen. Jika Anda belum mengumpulkan testimonial atau ulasan, sekarang adalah kesempatan Anda. Panduan di bawah ini mencakup tip tentang cara meminta testimonial, alat yang dapat Anda gunakan, dan daftar pertanyaan sampel yang dapat Anda tanyakan kepada pelanggan saat meminta ulasan Salah satu contoh toko online yang terbukti benar secara sosial adalah Casper. Masing-masing halaman produk mereka menampilkan peringkat bintang dan ulasan. Saat Anda mengarahkan kursor ke rating bintang sebuah produk, sebuah jendela kecil muncul menampilkan rincian peringkat, serta tautan di mana Anda dapat membaca semua ulasannya. Halaman produk ini menunjukkan rincian ulasan bintang dan tautan untuk melihat semua ulasan Tampilkan Garansi Terkemuka Anda juga dapat meningkatkan konversi eCommerce Anda dengan memberi pengunjung jaminan bahwa produk atau layanan Anda berkualitas tinggi. Anda bisa melakukan ini dengan cara berikut Scurity badges. Ini adalah lencana yang menunjukkan bahwa transaksi di situs Anda bersifat pribadi dan aman. Perusahaan pemasaran digital Blue Fountain Media melihat peningkatan konversi sebesar 42 persen dengan menambahkan lencana keamanan dari VeriSign. Tidak semua badge/lencana diciptakan sama. Menurut sebuah studi dari Conversion XL, konsumen hanya cenderung mempercayai lencana yang berasal dari merek-merek familiar seperti Google, PayPal, dan Norton. Kebijakan pengembalian dan jaminan uang kembali. Ini mendapatkan kepercayaan dari calon pelanggan karena mereka yakin bahwa jika mereka tidak puas dengan produk dan layanan Anda, mereka bisa mendapatkan pengembalian dana. Sebuah studi kasus dari Pengoptimal Situs Web Visual menemukan bahwa menambahkan lencana yang menunjukkan jaminan uang kembali 30 hari menghasilkan kenaikan 32 persen dalam konversi. Penghargaan spesifik-industri. Lencana ini khusus untuk industri atau lapangan Anda. Mereka bisa menjadi peringkat industri, penghargaan, akreditasi, atau keanggotaan untuk organisasi. Peritel online Bag Servant melihat peningkatan konversi sebesar 72 persen hanya dengan menampilkan penghargaan yang mereka menangkan. Contoh berikut dari Crofters Organic menunjukkan segel industri khusus yang menurut target pelanggan mereka penting. Ini termasuk segel yang melabeli produk sebagai organik, bebas transgenik, dan bebas gluten. Segel di atas dengan cepat memberi tahu pengunjung tentang kualitas dan keamanan informasi yang sama dapat disampaikan melalui teks, lebih cepat melihat dan menafsirkan gambar. Informasi penting tidak akan hilang di antara deskripsi dan rincian produk. Tingkatkan Penjualan Online Anda Menggunakan Minor Tweaks Seperti tips di atas menunjukkan, Anda tidak perlu melakukan perombakan keseluruhan situs untuk memaksimalkan penjualan Anda. Terkadang, menjalankan tes sederhana pada elemen situs web yang berbeda-seperti call to action, gambar, dan navigasi-bisa cukup untuk meningkatkan keuntungan Anda. Paling tidak, jalankan satu atau dua tes setiap beberapa bulan sehingga Anda tahu bisnis kecil Anda memanfaatkan sepenuhnya toko online Anda. Ketika ingin menutup sebanyak mungkin penjualan, penting bagi tim untuk mengikuti sales process atau proses penjualan yang terstruktur. Dengan rangkaian proses ini, kamu bisa menganalisis setiap tahap yang ada dengan jelas. Pekerjaan tim pun akan jadi lebih mudah nantinya. Ingin tahu lebih lanjut seputar topik ini? Tenang saja, Glints sudah menyiapkan panduan lengkapnya, hanya untukmu. Baca artikel ini sampai tuntas untuk mempelajari selengkapnya! Apa Itu Proses Penjualan? Dilansir dari Hubspot, sales process adalah serangkaian tahap yang harus diikuti oleh tim sales untuk mengubah lead menjadi pelanggan yang melakukan pembelian. Pihak yang butuh mempelajari proses ini adalah para sales representative. Pasalnya, tugas utama mereka adalah menjual barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Kalau metode lain biasanya hanya mendatangkan pelanggan saja, proses ini berfokus pada keberhasilan penjualannya. Baca Juga 3 Aspek Utama Sales Management dan 6 Skill yang Dibutuhkan agar Perusahaan Sukses Tahapan dalam Proses Penjualan © Setelah mengetahui definisi proses penjualan, berikut adalah penjelasan tahapan di dalamnya, disarikan dari 1. Pencarian calon pelanggan Tahap pertama dalam sales process adalah pencarian calon pelanggan, atau biasa juga disebut dengan istilah “prospecting”. Dalam tahap ini, para sales rep akan berburu’ pelanggan potensial dengan cara mencari tahu apa yang mereka butuhkan dan apakah perusahaan bisa menyediakan hal tersebut untuk mereka. Aspek penting lainnya yang harus dipertimbangkan adalah apakah calon pelanggan tersebut masuk ke dalam target pasar dan mampu membeli produk yang dijual. Kalau semuanya sudah sesuai, tim akan lebih mudah untuk masuk dan menjalankan tahap-tahap selanjutnya. 2. Persiapan Setelah mendapat calon pelanggan, kamu perlu mempersiapkan banyak hal untuk menghubungi mereka. Mulai dari mencari tahu informasi tentang mereka, memperdalam product knowledge deskripsi, harga, kelebihan, dan lainnya, dan juga informasi seputar kompetitor. Tak hanya itu, kamu juga bisa mulai mengembangkan draf awal presentasi pitching yang akan dibawakan. 3. Pendekatan Tahap yang menjadi semacam penentu dalam proses penjualan adalah pendekatan yang dilakukan ke calon pelanggan. Pasti kamu sudah familiar dengan ucapan bahwa first impression merupakan segalanya, kan? Nah, pendekatan ini adalah kesempatanmu untuk meninggalkan kesan pertama yang impresif dan membekas di calon pelanggan. Ada beberapa metode pendekatan, seperti pemberian hadiah, mengajukan pertanyaan pemancing, atau mungkin juga menjadikan produk sebagai fokus utama dengan memberikan sample. Metode pemberian hadiah biasanya dilakukan untuk calon pelanggan kelas atas, dengan harapan bisa memanjakan mereka dan menunjukkan rasa hormat. Untuk metode pertanyaan pancingan, kamu bisa coba bertanya, “Apakah Anda tertarik untuk mendapat keuntungan sebesar X dari investasi yang sangat mudah?”. Apa pun metode yang digunakan, intinya sama saja, yaitu berusaha sebaik mungkin untuk menarik calon pelanggan ke dalam interaksi penjualan. 4. Presentasi Bahan presentasi yang tadi dipersiapkan kini sudah harus benar-benar matang. Pada saat melakukannya, ingat bahwa fokus utamamu adalah pelanggan. Presentasi ini berisikan apa yang pelanggan inginkan dan butuhkan, diterjemahkan menjadi sebuah produk atau jasa. Intinya, seperti solusi atas sebuah permasalahan. Pastikan kamu benar-benar menjual produk atau jasa tersebut, agar pelanggan sadar bahwa inilah yang mereka butuhkan. Baca Juga Pelajari 5 Strategi yang Dapat Membantu Peningkatan Sales Growth 5. Menghadapi konflik dalam proses penjualan Tahap selanjutnya dalam proses penjualan adalah menghadapi konflik yang mungkin bermunculan. Di sinilah kemampuanmu sebagai salesperson dan product knowledge-mu diuji. Tanpa pengetahuan mendalam seputar produk dan persiapan yang matang, akan sulit ketika pelanggan memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang sesuatu. 6. Penutupan penjualan Pada saat melakukan penutupan penjualan, kamu harus pintar-pintar melihat kode’ atau tanda yang mungkin diberikan oleh calon pelanggan. Dalam proses penjualan yang satu ini, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan. Contohnya langsung menanyakan, “Ingin melakukan pembayaran secara tunai atau kredit?”, atau bisa juga menawarkan diskon tambahan, dan lainnya. Kamu juga bisa melakukan pendekatan yang menciptakan semacam urgensi dari pihak pelanggan, dengan memberi tahu bahwa tawaran ini hanya berlaku untuk beberapa saat saja, misalnya. 7. Follow-up Tahap terakhir yang tetap sangat penting dalam sales process adalah melakukan follow-up dengan pelanggan. Meskipun penjualan berhasil, bukankah target utamanya mempertahankan pelanggan agar mereka kembali lagi? Maka dari itu, penting untuk melakukan follow-up dan menjalin hubungan baik dengan setiap pelanggan. Kamu bisa memilih salah satu anggota tim sales atau salesperson itu sendiri untuk menghubungi mereka. Cara Meningkatkannya © 1. Menganalisis proses penjualan yang sedang dijalankan Cara pertama meningkatkan sales process adalah dengan menganalisis proses yang sedang berjalan. Cari tahu apa yang kurang cocok, baik itu dari sisi salesperson maupun calon pelanggan. Dengan begitu, kamu jadi bisa merencanakan proses baru yang lebih sesuai dengan kedua belah pihak. Tujuannya? Tentu saja meningkatkan penjualan dan juga membuat pelanggan tetap senang. Perhatikan dari beberapa penjualan terakhir, berapa lama prosesnya berjalan, bagaimana kualitas setiap tahapan yang dijalankan, dan lain-lain. 2. Membedah tindakan calon pelanggan Cara selanjutnya yang bisa diikuti untuk meningkatkan kualitas proses penjualan adalah dengan mengupas tuntas tindakan pelanggan. Kamu perlu mengetahui apa yang membuat mereka berpindah dari satu tahap ke tahap lain, pada tahap mana mereka menjadi lebih tertarik atau justru tidak sama sekali, dan lainnya. Untuk mencari tahu ini semua, kamu bisa coba mengajukan serangkaian pertanyaan ini ke diri sendiri “Ketika menjangkau calon pelanggan, apakah sales representative menyebutkan pain points tertentu yang membuat mereka ingin tahu lebih banyak?” “Dalam salah satu tahap, apakah ada aspek yang menghambat penjualan atau justru mempercepatnya?” dan lain-lain Baca Juga Apa Perbedaan Sales dan Marketing? Yuk, Simak di Sini! Itu dia panduan lengkap seputar sales process atau proses penjualan yang bisa kamu ikuti. Dapat disimpulkan bahwa dengan proses yang terstruktur, penjualan akan berjalan dengan lebih lancar dan efektif. Ingin belajar lebih lanjut untuk meningkatkan penjualan di perusahaanmu? Kamu bisa coba mengikuti Glints ExpertClass, lho! Glints ExpertClass adalah kelas yang akan dibawakan oleh para ahli di bidang sales, memberikan kesempatan bagimu untuk belajar langsung dari ahlinya. Kapan lagi bisa mengikuti kelas, menambah ilmu pengetahuan dan mempertajam skill, hanya dari rumah saja? Cari kelas sales yang diinginkan sekarang juga dan jangan sampai kelewatan kesempatan emas ini! The Ultimate Guide to Creating a Sales Process What Is the Sales Process? - Steps & Example Tidak dapat disangkal, semakin sulit untuk melakukan Penjualan B2B. Kadang-kadang bisa terasa hampir mustahil… Menjual tidak pernah sederhana, tentu saja ! 😓 Itu sebabnya kami telah membuat panduan pencarian calon pelanggan utama. ⚡ Pembeli saat ini lebih memilih untuk melakukan penelitian mereka sendiri dan membuat keputusan pembelian mereka sendiri, bebas dari pengaruh vendor. 🤔 Jadi, inilah 5 Strategi Teratas untuk membantu Anda mengikuti perkembangan zaman!👇 Apa itu penjualan B2B? Sering dikenal sebagai penjualan bisnis-ke-bisnis, B2B mengacu pada perusahaan yang menjual produk dan layanan terutama ke bisnis daripada ke individu B2C. Penjualan B2B seringkali lebih kompleks daripada penjualan B2C, dengan nilai pesanan yang lebih tinggi, siklus penjualan yang lebih lama, dan siklus penjualan yang lebih lama. 🌀 Penjualan BtoB telah berkembang secara substansial dalam beberapa tahun terakhir, dan metode penjualan BtoB sebelumnya tidak lagi layak. Tapi apa artinya ini? 🧐 Contoh Penjualan B2B Ada 3 kategori besar B2B Sales, semuanya tergantung model bisnis atau jenis produk yang Anda jual. 🎁 1 Pasokan penjualan Vendor menjual barang habis pakai yang digunakan oleh perusahaan lain. Ini mencakup segala sesuatu mulai dari perlengkapan kantor hingga seragam dan peralatan karyawan. 🦺 Mereka menggunakan prosedur yang mirip dengan perusahaan B2C. Perbedaannya terletak pada jumlah dan otorisasi pembelian. Alih-alih membeli satu kartrid tinta, seorang karyawan akan membeli 50 kartrid tinta dan akan memerlukan izin dari manajer atau pembuat keputusan. Office Depot, pemasok utama perlengkapan kantor dan peralatan, adalah contoh bisnis yang berspesialisasi dalam penjualan B2B. ✍ 2 Penjualan Grosir / Distribusi Bisnis lain membeli manufaktur penting atau komponen eceran dari grosir. 🍎 Ini bisa berupa barang mentah, atau bahan mentah untuk sektor manufaktur. Distributor makanan grosir seperti Metro adalah contohnya. Mereka menjual makanan yang diperlukan ke restoran dan perusahaan makanan cepat saji, yang kemudian menjualnya kembali kepada pelanggan dengan harga lebih tinggi. 3 Layanan profesional / perangkat lunak digital Alih-alih menjual produk, penyedia layanan menjual layanan. 💆‍♀️ ️ Banyak perusahaan membutuhkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pekerjanya sendiri. Pendekatan penjualan B2B dapat mencakup real estat komersial, katering, dan peralatan sewa. Dalam kasus akuntansi pajak misalnya, ini bisa menjadi akuntan yang bekerja dengan bisnis kecil atau firma akuntansi yang bekerja dengan perusahaan besar. 💯 Itu juga bisa berupa layanan berbasis perangkat lunak, seperti perangkat lunak akuntansi pajak Quickbooks. Atau Waalaxy, CRM kami untuk prospeksi LinkedIn otomatis. 🚀 Daripada membangun CRM dan perangkat lunak manajemen konten di rumah, banyak pembeli B2B beralih ke vendor pihak ketiga seperti kami. 😉 Penjualan B2B vs. B2C Apa bedanya? Ada 7 perbedaan utama antara penjualan BtoB dan BtoC. 👀 Penjualan B2C terjadi ketika perusahaan atau penjual menjual langsung ke pelanggan. Istilah B2C adalah singkatan dari business-to-consumer sales. Dalam B2C, perusahaan menjual layanan atau produk langsung ke pengguna. Misalnya, salon rambut menjual layanan untuk orang-orang yang akan memotong rambut mereka. 💈 Mereka sering kali lebih rendah cakupannya daripada penjualan B2B dan hanya mencakup keputusan konsumen. Oleh karena itu, industri penjualan B2B adalah kumpulan yang lebih besar dengan ikan yang lebih besar dan, tentu saja, pengeluaran yang lebih tinggi daripada pasar penjualan B2C. Oleh karena itu, target pembeli mereka sangat berbeda. 🦈 1 Rata-rata nilai transaksi lebih tinggi Meskipun saluran penjualan B2B mungkin kecil, seperti memesan perlengkapan kantor, itu juga bisa berukuran ribuan atau jutaan dolar. Penawaran B2B memiliki titik harga yang lebih tinggi, dan solusinya lebih besar dan lebih kompleks. 💰 Ini tidak terjadi di luar bisnis B2C tertentu seperti real estat, otomotif, dan produk mewah, yang merupakan penawaran yang cukup mudah. 🚗 Jika tidak, penjual B2C hanya dapat menjual satu produk ke satu pengguna akhir, tetapi bisnis biasanya membeli dalam jumlah besar, ini membuat keuntungan setiap pembelian lebih tinggi daripada membeli di B2B. 📈 Misalnya toko kelontong untuk restoran, jika mereka membeli produk mereka dari supermarket standar, mereka akan menghabiskan lebih banyak. Daripada jika mereka membelinya langsung dari petani atau toko kelontong khusus yang menjual dalam jumlah besar. 2 Siklus penjualan memakan waktu lebih lama Konsumen B2C, kecuali tiga bisnis B2C yang dijelaskan di atas, membuat keputusan pembelian berdasarkan emosi dan kebutuhan sementara dan jangka pendek Casing telepon, pengisi daya, atau laptop adalah contoh yang baik. 💻 Pembeli B2B, di sisi lain, sering mencari keuntungan terukur atau solusi rasional untuk masalah kritis. Pembeli B2B tidak melakukan pembelian impulsif, seperti yang sering dilakukan pembeli B2C, seringkali membutuhkan rasionalitas pembeli. Mereka juga memerlukan izin dari banyak pembuat keputusan, sehingga dengan banyak pemangku kepentingan yang terlibat dan harga/volume yang lebih tinggi, hanya dibutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan penjualan. Rata-rata, dibutuhkan 4-7 bulan untuk menutup penjualan B2B berisiko tinggi, yang sangat besar! 😯 3 Beberapa pemangku kepentingan terlibat Setiap keputusan dalam penjualan B2B berdampak pada laba perusahaan, dan keputusan pembelian naik ke tangga persetujuan. Rata-rata, untuk transaksi B2B yang kompleks, akan ada sekitar 6-10 pengambil keputusan yang terlibat. 🐌 Hal ini menunjukkan bahwa transaksi yang sukses membutuhkan suara bulat “ya” dari semua pengambil keputusan. Semakin besar nilai kesepakatan, semakin besar jumlah “ya” yang diperlukan. Itu sebabnya B2B membutuhkan strategi yang lebih besar daripada penjualan B2C! 🎯 Berbeda dengan penjualan B2C, dimana penjual hanya perlu meyakinkan satu orang untuk membeli produk atau jasanya secara langsung. Penjualan B2B memerlukan validasi dari beberapa titik kontak perusahaan untuk menutup transaksi, itu tidak dilakukan dalam satu transaksi seperti yang dilakukan B2C. 🤫 4 Harga lebih fleksibel Untuk pelanggan BtoC, harga sudah ditentukan sebelumnya sehingga tidak ada banyak ruang untuk negosiasi, pembeli menerima harga dan melakukan pembelian. 💲 Sedangkan, dalam penjualan BtoB strategi penetapan harga berbeda, dan dapat dinegosiasikan tergantung pada ukuran pesanan atau faktor lain seperti metode pembayaran. Misalnya, jika pesanan dibayar dengan uang tunai, mereka bisa mendapatkan pengurangan 10% dan dengan pembayaran dengan kartu hanya berlaku 5%. 🙏 Dalam hal perangkat lunak, seperti Waalaxy, kami menggunakan sistem harga berdasarkan jumlah pembelian lisensi. Jika pembeli ingin membeli lebih dari 5 paket, maka mereka dapat membuat Tim dan membayar jumlah terpusat, bukan paket individu. 5 Proses pembayaran yang lebih kompleks Umumnya, untuk penjualan B2C, pelanggan membayar di muka dan dalam satu waktu. Namun, dalam penjualan B2B pembayaran bisa tertunda, bisa setelah produk dikirim, atau bisa ditunda hingga siklus pembayaran 30-60 hari. 😬 Selanjutnya, untuk perangkat lunak otomatisasi kami, kami memiliki 3 jenis siklus pembayaran baik langganan bulanan, triwulanan, atau tahunan. Paket bulanan dan triwulanan diperbarui secara otomatis kecuali langganan dihentikan oleh pengguna, dan untuk paket tahunan hanya satu pembayaran sekaligus, tetapi akan diperpanjang juga, setelah tahun berlangganan berakhir. 👍 6 Pipa diperbarui terus-menerus Mengingat fakta bahwa penjualan B2B lebih kompleks, dan umumnya membutuhkan banyak waktu… dan kesabaran! Tenaga penjualan harus memiliki prospek baru yang terus-menerus memberi makan saluran kesepakatan mereka. Siklus penjualan yang panjang ini berarti bahwa tim penjualan perlu berkolaborasi dengan rekan kerja lain, tim pemasaran, dll. untuk mendapatkan prospek berkualitas yang masuk secara teratur.🌱 7 Pembeli mengerjakan pekerjaan rumah mereka Pembeli di pasar B2B sangat pemilih. Mereka tidak hanya selektif dengan siapa mereka berbisnis, tetapi mereka juga merumuskan kriteria pembelian mereka sendiri tanpa bantuan salesman. ️ 🙅‍♀️ Inilah sebabnya mengapa konten, seperti blog khusus, telah menjadi komponen penting dari penjualan B2B. Kita dapat mengatakan bahwa transaksi B2B lebih berisiko, tetapi mereka memberikan imbalan yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, layanan pelanggan perusahaan B2B biasanya lebih berpusat pada pelanggan, berfokus pada kepuasan dan retensi pelanggan. 💯 Ini tidak berarti bahwa B2C tidak peduli dengan pelanggan mereka, karena mereka juga peduli! Biasanya, mereka merawat “sedikit” pelanggan yang mereka miliki dengan baik, karena lebih mudah untuk memenuhi permintaan mereka. 🤭 Bagaimana proses penjualan B2B bekerja? 🔎 Lakukan riset Anda Untuk melakukan penjualan, Anda perlu mengetahui pasar Anda, pesaing Anda, dan persona pembeli Anda. Dengan cara ini, Anda akan tahu apakah produk atau layanan Anda cocok dengan pasar, dan apa proposisi nilai Anda. 🧐 Temukan pelanggan Anda Anda perlu mengidentifikasi siapa pembuat keputusan dan menargetkan mereka, Anda perlu memenuhi syarat prospek Anda untuk memastikan mereka memiliki kebutuhan, minat, dan anggaran untuk membeli produk atau layanan Anda. 📣 Lakukan penjangkauan Anda Setelah Anda mengidentifikasi pasar Anda, pesaing Anda, dan pelanggan ideal Anda, Anda dapat menjangkau mereka. Anda dapat menggunakan strategi pemasaran inbound atau outbound untuk melakukannya. 👂 Promosikan prospek Anda Tunjukkan kepada pelanggan potensial Anda mengapa mereka perlu menggunakan produk atau layanan Anda, daripada yang lain, untuk memecahkan masalah mereka. Pitch Anda perlu disesuaikan dan dipersonalisasi untuk setiap prospek. 🌱 Tindak lanjut Pastikan untuk menindaklanjuti dengan calon pelanggan jika mereka membutuhkan informasi tambahan tentang produk atau jika mereka meminta untuk dihubungi kembali beberapa hari kemudian untuk berdiskusi lebih lanjut. ⚡ Tutup penjualan Ini adalah langkah termudah, jika prospek tertarik untuk membeli, maka Anda tinggal menandatangani proposal atau kontrak. Jika mereka masih ragu-ragu, cobalah mencari solusi atau kompromi untuk menutup penjualan. Terlepas dari kenyataan bahwa penjualan B2B lebih rumit daripada penjualan B2C, banyak dari metode yang sama berlaku. Anda masih perlu membuat prospek, menjalin kontak, membawa produk atau solusi mereka di depan konsumen, dan menutup kesepakatan untuk menjadi tenaga penjual yang baik. Di sana Anda memilikinya! 🤲 Evolusi proses penjualan B2B Beberapa tahun yang lalu, ketika seseorang membutuhkan produk atau layanan, mereka akan menghubungi tenaga penjual yang akan memberi mereka semua produk terbaik.👂 Sesimpel itu! Itu adalah proses yang cukup sederhana di mana pemasaran bertanggung jawab untuk mengisi saluran penjualan dengan prospek. Selain itu, tim penjualan bertanggung jawab untuk memasukkan prospek tersebut ke dalam saluran penjualan dan mendorongnya ke saluran menuju penjualan. Sangat langsung, bukan? 🤨 Namun, internet telah meningkatkan kompleksitas proses pembelian BtoB saat ini. 😬 Saat ini, tampilannya lebih seperti ini Seseorang atau perusahaan mengenali titik kebutuhan atau rasa sakit, Mereka menelitinya secara online untuk mempelajari semua kemungkinan solusi, Mereka meminta saran teman, dan mencari apa yang dikatakan orang lain tentang solusi tertentu di media sosial, forum, atau situs online lainnya. Kemudian, mereka mencari solusi spesifik secara online dan membaca ulasannya. Mereka juga dapat mengklik iklan yang memberikan solusi selama proses penjualan, Akhirnya, mereka membuat pilihan pembelian berdasarkan semua informasi yang tersedia, Dan baru kemudian hubungi perusahaan untuk menyelesaikan kesepakatan. Sekarang itu adalah perubahan yang nyata!😓 Meningkatnya kerjasama Selanjutnya, tim penjualan dan pemasaran semakin terjalin. Keduanya sekarang memainkan peran terkoordinasi dalam menghasilkan arahan dan kesepakatan penutupan. Kami bahkan dapat mengatakan bahwa penjual tidak lagi menutup transaksi sendirian, dan memainkan peran yang lebih besar dalam dukungan dan saran setelah pilihan pembelian dibuat. 🤩 Akibatnya, pembeli memiliki tingkat kontrol yang tak tertandingi dalam proses penjualan B2B saat ini. Mereka memiliki kendali penuh atas bagaimana mereka masuk dan keluar dari corong, bagaimana mereka mundur dari titik pembelian, dan bagaimana mereka berubah di antara tahapan. ✔ Proses penjualan B2B telah berkembang dari corong linier menjadi strategi multisaluran dengan jumlah interaksi yang dinamis dengan pembeli. 😵 Kiat untuk melakukan penjualan B2B yang sukses Butuh lebih banyak tips untuk membuat penjualan BtoB sukses? 😉 Jadikan percakapan konsumen lebih personal. Manfaatkan teknologi untuk personalisasi dalam skala besar. Jangan pernah berhemat pada pendidikan penjual yang sedang berlangsung. Pembeli B2B cerdik; mereka ingin bekerja dengan orang-orang yang menunjukkan pengetahuan dan kepekaan. Mendengarkan secara aktif, berpikir kritis, dan mengajukan pertanyaan yang tepat akan membantu Anda membangun hubungan yang tulus. Pilih pemasaran omnichannel media sosial, email, acara, panggilan penjualan, dll.. Bentuk tim penjualan yang menyeluruh, untuk mengawasi operasi dan kontrak. Selain CRM dan otomatisasi pemasaran, masih banyak lagi yang dapat Anda lakukan. Teknologi baru, seperti platform keterlibatan penjualan, harus dirangkul. Buat keputusan yang lebih baik dengan bantuan data. Umpan balik pelanggan yang positif harus didorong, dipantau, dan ditunjukkan. Kisah sukses pelanggan harus disorot, dan studi kasus harus disertakan dalam strategi penjualan Anda. Pastikan bahwa semua tim yang menghadapi pelanggan, mulai dari pemasaran dan penjualan hingga kesuksesan pelanggan, sepenuhnya selaras dengan strategi yang sama. Bisnis saat ini menginginkan pendekatan kolaboratif dari mitra B2B mereka, dengan fokus yang lebih sedikit transaksional dan lebih konsultatif. Dengan mengingat hal itu, tip di atas akan membantu Anda meningkatkan pendekatan penjualan B2B Anda dan memastikan pengalaman positif bagi semua pihak yang terlibat. 💯 Mempertimbangkan semua ini, apa yang dapat dilakukan bisnis B2B untuk meningkatkan saluran penjualan mereka? 💪 Apa itu saluran penjualan B2B? Untuk memiliki gagasan yang lebih baik tentang apa itu, berikut adalah setiap langkah rinci dari saluran penjualan B2B 🧐Kesadaran merek Prospek menyadari masalah bisnis yang harus ditangani oleh pembelian mereka dan sedang mencari solusi secara online. Dengan menggunakan analitik perjalanan mereka di situs web Anda, Anda dapat mulai mengembangkan profil mereka. 👁 Minat pada layanan atau produk Setelah calon pelanggan menentukan bahwa solusi Anda mungkin dapat menjawab masalah mereka, mereka akan menginginkan informasi lebih lanjut. Di sinilah Anda dapat memulai proses keterlibatan dengan konten dan ajakan bertindak Anda mendorong orang untuk terlibat langsung dengan perusahaan Anda dengan mengizinkan mereka mengunduh e-book atau mendaftar untuk webinar. Setelah mereka selesai melakukannya, Anda mungkin ingin menindaklanjuti dengan email atau panggilan telepon untuk menggabungkan kontak awal itu. Namun, sesuaikan pengalaman untuk mereka sebanyak mungkin sebelum Anda melakukannya. 🤔 Pertimbangan Anda hampir pasti perlu menunjukkan demo produk Anda atau memberikan bukti kemanjuran layanan Anda sekarang setelah Anda mendapatkan prospek ke langkah corong penjualan ini. Karena prospek sedang berpikir untuk mengambil keputusan, sekarang adalah kesempatan yang baik untuk mengetahui apakah hanya mereka yang mengambil keputusan atau ada orang lain yang berpartisipasi. ✍ Pengambilan keputusan Prospek siap untuk berkomitmen pada titik ini, tetapi mereka memerlukan konfirmasi lebih lanjut bahwa mereka membuat pilihan yang tepat. Anda dapat memberikan testimonial klien serta kertas spesifikasi yang berkaitan dengan persyaratan yang mereka nyatakan. Kekhawatiran biasa, seperti biaya atau jadwal, dapat diatasi oleh perwakilan penjualan bisnis ke bisnis yang terlatih. 🤑 Pembelian Anda melakukannya! Prospek Anda memutuskan untuk membeli produk atau layanan Anda, daripada produk atau layanan lain yang ditawarkan di pasar. Jadi apa yang datang selanjutnya sangat penting untuk membuat pelanggan Anda datang kembali untuk lebih. 🔎 Evaluasi Pelanggan Anda akan menilai produk atau layanan yang dikirimkan kepada mereka, apakah mereka menerimanya ketika mereka mengharapkannya, mereka akan melihat apakah harapan mereka terpenuhi dan memberikan ulasan yang sesuai. Ingat saat ini, prospek mencari ulasan online untuk melihat apakah pembeli lain senang dengan pembelian mereka atau tidak. Jadi berhati-hatilah dengan reputasi Anda! 👍 Kepuasan atau 👎 Ketidakpuasan Jika pelanggan puas dengan layanan atau produk, maka mereka akan meninggalkan ulasan positif dan bahkan merekomendasikan merek Anda ke jaringan mereka. Namun, jika mereka tidak puas, mereka akan meninggalkan ulasan negatif, dan dalam hal ini Anda harus menghubungi mereka dan mencoba mencari solusi, seperti kredit untuk pembelian berikutnya, item gratis, pengembalian dana, dll. 💲 Pembelian kembali atau 😥 Atrisi Setelah pembelian selesai, maka dapat membeli kembali produk Anda dan terus menggunakan produk atau layanan Anda, sampai mereka menjadi duta merek. Atau, mereka bisa menghilang begitu saja dan tidak akan pernah kembali lagi… Anda perlu memastikan bahwa Anda mengambil semua tindakan untuk mencegah churn ini, atau menarik pelanggan baru untuk mempertahankan arus bisnis Anda. Corong penjualan B2B vs. proses penjualan B2B Saluran penjualan B2B berkaitan dengan perjalanan pembeli, berbeda dengan proses penjualan B2B, yang kita lihat sebelumnya, yang berfokus pada perspektif penjual. Dengan mengidentifikasi fase kognitif atau emosional yang dilalui prospek dalam proses pembelian, saluran penjualan dapat digunakan untuk memvisualisasikan kedekatan atau kemungkinan mereka melakukan pembelian. 🤝 Bonus infografis corong Penjualan BtoB di bawah!⚡ Sekarang setelah kita mengetahuinya, mari kita lihat lebih dalam bagaimana melakukan penjualan B2B ! 🤩 Bagaimana cara melakukan Penjualan B2B? Bisnis B2B harus melakukan hal berikut untuk membuat semua bagian yang bergerak ini 🧩 beroperasi bersama Buat pendekatan penjualan B2B yang fleksibel. Tentukan strategi penjualan B2B mana yang paling efektif untuk tim dan pelanggan ideal mereka. Pastikan perwakilan penjualan mereka mengikuti buku pedoman dan urutan yang terkalibrasi dengan baik. Kinerja diukur dan ditingkatkan. Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan meningkatkan kinerja penjualan Anda. 🤩 Keahlian penjual, efektivitas proses penjualan, kecocokan produk/pasar, alternatif yang tersedia, dan kemampuan pembelian serta kemauan pembeli untuk mengadopsi adalah semua elemen dalam pendekatan penjualan B2B. 🤲 Mari kita lihat di bawah ini pada strategi yang telah terbukti berhasil untuk kita dalam penjualan B2B! 😉 5 strategi penjualan B2B yang berhasil Ada banyak strategi dan teknik penjualan B2B untuk dipilih. Meskipun semuanya menjanjikan untuk menjadi efektif, tidak semua akan berhasil untuk perusahaan, tim penjualan, atau target pasar Anda. Beberapa pendekatan mungkin bekerja dengan baik di satu bidang tetapi tidak di bidang lain, sementara yang lain hanya dapat berfungsi jika disesuaikan dengan jenis akun pelanggan dalam portofolio Anda. 💼 Berikut ini adalah 5 strategi dan metodologi penjualan B2B yang paling efektif. 👇 1 Penjualan Sosial / Penjualan Masuk Lakukan kontak dengan orang-orang yang membuat keputusan. Perwakilan penjualan B2B yang efektif mengembangkan hubungan dengan eksekutif di bisnis klien mereka. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa manajer seperti itu sering menjadi orang yang membuat keputusan pembelian.🤴 Daripada membuang waktu mencari calon karyawan yang tidak memiliki daya beli, tim penjualan dan pemasaran harus menemukan cara untuk berbicara dengan manajer yang membuat pilihan pembelian. 💰 LinkedIn adalah jaringan terbaik untuk melakukan itu. Itu sebabnya kami membuat artikel ini untuk menunjukkan cara melakukannya ! 🤩 2 Apakah panggilan dingin sudah ketinggalan zaman? Sementara banyak pemasar membenci pesan dingin, itu adalah komponen penting dari proses penjualan. Panggilan pemasaran mungkin diterima secara positif oleh bisnis yang benar-benar membutuhkan barang dan jasa yang Anda berikan. Persiapkan diri Anda secara mental untuk melakukan panggilan dingin kepada orang asing dan tindak lanjuti sesuai kebutuhan. Pemasar pemberani adalah orang-orang yang menutup transaksi. 💪 Anda dapat melihat artikel kami tentang pesan dingin & panggilan dingin untuk mendapatkan inspirasi! ❄ 3 Pencarian calon pelanggan keluar Pencarian calon pelanggan keluar melibatkan pengiriman pesan ke sejumlah besar orang dengan tujuan mengubah mereka menjadi pelanggan. Metode ini didasarkan pada gagasan bahwa semakin besar grup tempat Anda mengirim pesan, semakin besar hasilnya. 🤑 Metode pemasaran tradisional seperti surat langsung, acara, billboard, telepon dingin, surat kabar, dan radio umumnya terhubung dengan pemasaran keluar. 🧲 Pemasaran keluar, di sisi lain, dapat digunakan dengan teknologi yang lebih modern seperti iklan bayar per klik dan email spam. Konsumen seringkali tidak menyadari atau tidak tertarik dengan produk yang dijual. ️🤷‍♀️ Prospek mungkin sedang menonton TV atau menjelajahi situs web ketika mereka terganggu oleh iklan yang menunjukkan mengapa mereka harus membeli produk tertentu. 👀 Meskipun demikian, iklan terus muncul dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan mereka tertarik pada kebutuhan yang tidak segera terlihat. 🤨 Jika Anda ingin menguasai Iklan LinkedIn dan tidak menggulir ke bawah, inilah panduan lengkap dengan semua detail yang perlu Anda ketahui! 🤫 4 Bagaimana cara menulis email Penjualan B2B? Di Waalaxy, email transaksional adalah bagian dari strategi pemasaran inti kami! Kami menggunakannya untuk mengirimkan tip kepada pengguna kami, atau untuk menawarkan solusi yang lebih baik kepada mereka. 📧 CRM kami memiliki kurva pembelajaran yang kecil, jadi memiliki email mingguan dengan praktik terbaik memberi pengguna dan dorongan ekstra untuk mencoba alat ini sedikit lebih jauh, dengan menggunakan opsi yang lebih canggih. 💪 Anda juga dapat menggunakan database prospek Anda untuk mengirimkan “email dingin“, ini tidak sama dengan email transaksional yang dijelaskan di atas, karena tujuannya adalah untuk membuat calon pelanggan menggunakan alat untuk pertama kalinya dengan menarik rasa ingin tahu mereka atau menunjukkan suatu kebutuhan. 🥶 Padahal, “email transaksional” adalah untuk pengguna yang sudah mengetahui alat ini, jadi Anda ingin memelihara mereka dengan konten nilai tambah. 🤲 Berikut adalah template email kode promo yang kami gunakan, serta panduan email penjualan utama kami! 🔥 Pendekatan Prospek Kode Promo Baris subjek Halo {{firstName}} apa kabar? Catchphrase Saya melihat Anda tertarik dengan Waalaxy, tetapi harganya tidak cocok untuk Anda. Ada promo besar-besaran di sini! Konten – menerapkan metode AIDA. A for Attention Anda belum melihat promo diskon 30% dari Waalaxy? I for Interest Waalaxy Business hanya dikenakan biaya $28 per bulan bukannya $40! D untuk Keinginan Anda masih dapat Kirim kampanye yang dipersonalisasi LinkedIn + Email Berurutan. 🚀 Otomatiskan banyak cara cerdas untuk menghubungi prospek baru dengan Impor otomatis. 😲 Temukan, unduh, hubungi ribuan prospek baru dengan Pencari email. 💌 Hubungi obrolan kami yang terdiri dari manusia-manusia cantik. Jauh lebih baik dan lebih bagus daripada bot obrolan. Plus mereka tersedia 7 hari seminggu. 🤗 A untuk tindakan Ingin menikmatinya sebelum berakhir juga? Anda masih memiliki 4 hari untuk memutuskan! Cobalah sudah. Itu tidak dikenakan biaya apa pun😉 Try Waalaxy Now 👩‍🚀 Sampai jumpa di obrolan! 5 Demo / promosi Penjualan B2B Promosi penjualan yang segar dan langsung ke pokok permasalahan adalah salah satu alat penjualan paling kuat dalam inventaris pemasar. Sebelum Anda mulai menelepon calon konsumen, latih promosi penjualan Anda beberapa kali.📞 Ini akan membantu Anda meningkatkan kepercayaan diri Anda, ketika Anda merasa bahwa Anda akhirnya berhasil, Anda dapat mencobanya dengan beberapa klien potensial, dan menyesuaikannya dari waktu ke waktu jika diperlukan atau tergantung pada masukan yang mungkin Anda dapatkan. 😌 Juga, jangan ragu untuk menawarkan demo produk Anda kepada “prospek hangat“, ini mungkin informasi terakhir yang mereka cari. Plus, mereka akan merasa istimewa jika menerima demo yang dipersonalisasi dan mungkin lebih cenderung membeli produk Anda, setelah melihat tutorial atau mendapatkan uji coba/sampel gratis. 🙌 Di perusahaan kami, kami memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 4 demo berubah menjadi pelanggan setelahnya, yaitu sekitar 20-30% tingkat konversi! 😍 Bagaimana cara menghasilkan prospek untuk Penjualan B2B? Pertama, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan “generasi prospek”, bukan? 👀 Semua operasi yang memungkinkan pembentukan kontak bisnis yang kurang lebih berkualitas disebut sebagai pembangkitan prospek biasanya disebut prospek. Prospek ini mungkin atau mungkin tidak berubah menjadi pelanggan yang sebenarnya. 😥 Meskipun kami terutama membahas perolehan prospek dalam konteks pemasaran BtoB, prinsipnya juga dapat digunakan untuk pasar BtoC dengan periode transisi yang panjang otomotif 🚗, pendidikan tinggi, teknik, dan desain interior, untuk beberapa nama. Istilah “generasi prospek” mengacu pada prospek yang melampaui hubungan periklanan atau pemasaran belaka, dengan kontak komersial yang diakui dan memenuhi syarat dalam banyak kasus. Singkatan “lead gen” 👽 sering digunakan untuk merujuk pada operasi pembuatan lead, seperti Pemasaran konten. Panggilan dingin atau email. Acara atau pameran. Mengekspor prospek di LinkedIn. Kami akan berbicara lebih banyak tentang yang terakhir di bagian selanjutnya! 👇 Pembuatan prospek menggunakan LinkedIn Mayoritas individu tidak menyadari bahwa LinkedIn menyertakan fitur B2B khusus. Fitur ini menjadikannya platform yang sangat efektif bagi para profesional yang ingin mengembangkan bisnis mereka dan mencapai tujuan yang berani. 🎯 Kami sering menganggapnya sebagai tujuan untuk pergi sambil mencari tantangan karir baru. Atau, sebagai alat yang digunakan perekrut untuk mencari kandidat. Namun, LinkedIn bukan hanya papan pekerjaan. Tenaga penjual, yang memahami kekuatan jaringan yang dimilikinya, dapat menggunakannya untuk menjual produk atau layanan ke pasar yang terhubung secara global. 🌍 LinkedIn adalah sumber utama kontak B2B bagi banyak anggotanya. Ini adalah saluran yang sangat efektif untuk menemukan prospek baru dengan cepat dan menciptakan ikatan, yang jika tidak, akan sulit dicapai di saluran lain. 🙌 Selanjutnya, LinkedIn digunakan untuk pengembangan bisnis oleh orang-orang di seluruh dunia. Akhirnya, ini adalah metode yang fantastis untuk mempelajari lebih lanjut tentang pembuat keputusan industri dan mendapatkan beberapa ide segar.💡 Seperti yang Anda ketahui, ia memiliki lebih dari 600 juta anggota di seluruh dunia. Dengan demikian, pasti akan ada peluang untuk industri Anda. 🔥 Di platform, pengambil keputusan sering mengajukan pertanyaan. Jadi ini adalah kesempatan Anda untuk terhubung dengan orang-orang berpengaruh dengan memberikan konten yang relevan. Mereka sering bersedia membagikan alamat email pribadi mereka sebagai imbalan atas informasi berharga ini. 🤫 Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup! 🍀 Saat membuat pilihan pembelian, satu dari dua pembeli B2B berkonsultasi dengan LinkedIn. 👉 Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang mengimpor koneksi berharga ini ke proses penjualan B2B Anda sendiri, baca artikel ini! Ukur KPI penjualan B2B Anda Setelah memulai kampanye pencarian calon pembeli B2B, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana mengukur kinerjanya? 🤩 Nah, berikut ini adalah beberapa KPI penjualan B2B yang paling umum untuk melakukannya👌 Jumlah kuota yang tercapai, Ukuran kesepakatan rata-rata, Kecepatan proses penjualan, Prospek yang dihasilkan bulanan, Persentase kemenangan. Organisasi penjualan mengevaluasi dan mengukur indikator kinerja utama KPI untuk menilai apakah strategi penjualan B2B atau urutan penjualan tertentu memiliki pengaruh yang menguntungkan pada bisnis. 🎯 KPI adalah pengukuran yang disepakati yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja tim penjualan di banyak bidang seperti profitabilitas, keberlanjutan, dan efisiensi. Mereka juga digunakan untuk melihat tren dan menilai produktivitas dan kinerja penjual individu. 📈 Apa tantangan penjualan B2B? Hari-hari seorang penjual yang mengawasi proses pembelian sudah lama berlalu.😬 Akibatnya, tim penjualan B2B saat ini menghadapi berbagai rintangan yang harus diatasi Karena semakin banyak informasi yang tersedia, prospek dapat melalui proses penjualan tanpa perlu berinteraksi dengan penjual. Dengan demikian, wiraniaga memiliki pengaruh yang lebih kecil atas keputusan pembeli. Ketidaksejajaran tim penjualan dan pemasaran, dengan tugas dalam proses penjualan baru umumnya tidak jelas. Ada banyak persaingan untuk beberapa klien potensial. Adopsi teknologi bertemu dengan perlawanan. Pembeli waspada terhadap komunikasi pemasaran dan penjualan, serta keandalan penjualan secara umum. Dan, alih-alih tenaga penjualan, media sosial dan rekan kerja memiliki dampak signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun, dengan menggunakan 5 strategi yang disajikan di atas, Anda akan dapat mengatasi tantangan ini dengan warna-warni! 🎉 Masa depan Penjualan B2B Setiap strategi penjualan B2B yang sukses bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak klien, terutama pelanggan jangka panjang. Itulah mengapa sangat penting untuk memprioritaskan hubungan di atas penjualan, memberikan solusi jangka panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan klien, dan menggunakan teknologi yang tepat untuk mendukung upaya penjualan B2B Anda. 🤗 Bisnis yang dapat melakukan semua ini sedang berjalan dengan baik untuk mengambil pasar yang besar dan berkembang pesat ini. 👀 Penjualan B2B berubah dengan sangat cepat. Perbedaan antara penjualan di dalam dan di luar kabur, dan praktik terbaik penjualan konsumen — terutama dalam hal personalisasi — menjadi hal biasa di B2B. ⚡ Di sinilah alat otomatisasi pemasaran berperan, dengan Waalaxy CRM Anda akan dapat merencanakan strategi pencarian calon pelanggan Anda di berbagai saluran, untuk memaksimalkan peluang mendapatkan prospek yang memenuhi syarat dan menutup transaksi! 👽 Siap untuk memulai uji coba gratis Anda? 🚀 Try Waalaxy Now 👩‍🚀 Kesimpulan Untuk rekap, berikut adalah topik utama yang dibahas dalam artikel ini ⚡ Apa itu penjualan B2B? Penjualan B2B vs. B2C Apa bedanya? Bagaimana proses penjualan B2B bekerja? Kiat untuk melakukan penjualan B2B yang sukses Apa itu saluran penjualan B2B? Bagaimana cara melakukan Penjualan B2B? 5 strategi penjualan B2B yang berhasil Bagaimana cara menghasilkan prospek untuk Penjualan B2B? Apa tantangan penjualan B2B? Masa depan Penjualan B2B Wow, saya tahu banyak yang harus dipahami! 😳 Tapi saya berjanji kepada Anda bahwa penjualan B2B tidak sesulit kedengarannya. Anda hanya perlu memiliki strategi yang tepat dan menerapkannya seefisien mungkin. Ada banyak alat yang dapat membantu Anda mencapai target Anda, tetapi kami sarankan Anda mencoba Waalaxy, karena sebagian besar penjualan B2b ditemukan di LinkedIn dan strategi email terbukti paling efektif dari semuanya. 😉 Saya harap artikel ini membantu Anda memiliki pemahaman yang lebih rinci tentang berbagai jenis penjualan B2B dan bagaimana mengelola pasar yang berubah, yang dipengaruhi oleh teknologi… Namun, jika Anda mempelajari cara menggunakan teknologi untuk keuntungan Anda, itu akan menjadi sekutu terbesar Anda. 🦾 Dengan ini, saya berkata “Mic drop, saya keluar!” 😋 Terima kasih telah membaca sampai akhir! FAQ Penjualan B2B Arti penjualan B2B Sebagai pengingat, “Penjualan B2B” berarti hubungan, skenario, atau pasar antara dua atau lebih entitas bisnis yang disebut sebagai “business-to-business” B2B. Perusahaan bisnis-ke-bisnis B2B menjual ke bisnis lain. 🤓 Berikut ini adalah beberapa contoh penjualan B2B 😉 Organisasi yang memasok bisnis dengan layanan profesional seperti riset pasar atau perlengkapan kantor. Perusahaan yang memproduksi / mendistribusikan bahan baku ke produsen. Bisnis yang memberikan layanan digital/perangkat lunak untuk bisnis misalnya CRM kami. Jangan bingung dengan “penjualan B2C”! 🧐 Penjualan B2B, atau bisnis-ke-bisnis, berbeda dari penjualan B2C, atau bisnis-ke-konsumen. 🤝 B2C mengacu pada saat perusahaan menjual produk atau layanan langsung ke pelanggan, yang kemudian menggunakannya. Sebuah bisnis pakaian, misalnya, menjual barang-barang langsung kepada pelanggan untuk mereka pakai. 👗 Saat membandingkan penjualan B2B dan B2C, ada beberapa faktor utama yang perlu dipertimbangkan 💡 Lebih banyak pengambil keputusan yang terlibat. Transaksi yang lebih besar. Siklus penjualan yang lebih lama. Harga lebih fleksibel. Prosedur pembayaran lebih sulit. Di sana Anda memilikinya ! 😘 Bagaimana cara memulai Penjualan B2B? Berikut adalah contoh siklus penjualan BtoB dengan 7 tahap 🚀 Penelitian / Persiapan. Pencarian. Penanganan Kebutuhan. Promosi / Presentasi Penjualan. Keberatan / Negosiasi. Penutupan. Menindaklanjuti. Agar berhasil, penjualan B2B adalah proses kompleks yang membutuhkan rencana penjualan B2B yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik. Ini mengikuti prosedur tertentu dan menggunakan berbagai strategi penjualan untuk persona pembeli dan skenario calon pembeli yang berbeda. 🤠 Tahapan dalam proses penjualan Anda akan bervariasi tergantung pada industri, perusahaan, dan organisasi penjualan Anda, tetapi siklus penjualan B2B biasanya memiliki 5 hingga 8 tahap, seperti yang dijelaskan di atas. 👍 Itulah langkah-langkah dasar yang perlu Anda kuasai untuk memulai penjualan B2B dengan benar!🔥 Tingkatkan Penjualan B2B dengan pengujian A/B Selanjutnya, Anda dapat meningkatkan penjualan BtoB Anda dengan melakukan pengujian A/B, di semua kampanye pemasaran Anda. 🧐 Pengujian A/B adalah metode yang mudah dan ilmiah. Karena didasarkan pada hasil yang terukur. Ini memerlukan penulisan dua pesan terpisah pesan “A” dan pesan “B” dan mengirimkannya ke sampel representatif dari basis prospek Anda. 👏 Hasilnya, Anda akan dapat mengetahui pesan atau urutan mana yang paling efektif. Anda dapat menggunakan pesan di daftar prospek lainnya setelah Anda mengidentifikasi yang paling berhasil. ⭐ Untuk mengilustrasikan hal ini, kami melakukan pengujian kami sendiri, menggunakan sampel prospek yang kecil. Jadi, kami memisahkan daftar prospek menjadi dua, dan mengirim skenario dengan “kunjungan + permintaan koneksi” dan skenario lainnya hanya dengan “permintaan koneksi”, untuk melihat mana yang berkinerja lebih baik. 🤔 Ini adalah hasilnya 👀 Untuk urutan A, dengan permintaan kunjungan + koneksi, kami mendapat tingkat penerimaan 55,3%. Dan untuk urutan B, dengan hanya permintaan koneksi, kami mendapat tingkat penerimaan 41,8%. Jadi tampaknya kampanye dengan kunjungan sebelum permintaan koneksi, mendapat tingkat penerimaan +13,5% lebih tinggi daripada kampanye dengan permintaan koneksi saja dan tidak ada kunjungan yang dilakukan sebelumnya. Yang sangat besar! 🤯 Ini hanyalah salah satu contoh pengujian A/B yang dapat Anda lakukan menggunakan Waalaxy. 💫 Bagaimana cara meningkatkan pengalaman Penjualan B2B? 🤗Kenali calon pelanggan Anda Tenaga penjual B2B terbaik menghabiskan waktu untuk meneliti pelanggan potensial mereka. Mereka menyadari poin kesulitan prospek serta poin harga yang mungkin sesuai. Ini memungkinkan mereka untuk memulai percakapan penjualan dengan solusi prospektif yang terasa disesuaikan dengan pelanggan bisnis. 👍 🌀 Pastikan Anda siap untuk siklus penjualan yang lebih panjang Siklus penjualan bisnis-ke-bisnis berbeda dari siklus penjualan bisnis-ke-konsumen. Untuk membuat keputusan, bisnis biasanya membutuhkan lebih banyak titik kontak internal. Bisnis lain hanya melakukan pembelian pada waktu tertentu selama tahun fiskal. Bersabarlah dan perhatikan kebutuhan unik klien Anda.🤲 👽 Gunakan alat otomatisasi Jadikan proses penjualan Anda semulus mungkin dengan menggunakan alat otomatisasi. Misalnya, otomatisasi LinkedIn memungkinkan Anda untuk melakukan empat jenis dasar tindakan pemasaran, yaitu kunjungan profil, mengikuti, permintaan koneksi, dan pesan. Di sebagian kecil waktu! ⚡ Anda sekarang siap untuk menangani Penjualan B2B, seperti seorang profesional.😎 Eril Obeit Choiri Follow Graduating with an IT degree, Eril falls in love with Digital Marketing especially with Search Engine Optimization and Content Writing. 14 February 2020 3 min read Pebisnis pasti ingin memiliki omset penjualan dan keuntunggan yang meningkat setiap bulannya. Namun untuk bisa seperti itu tidaklah mudah, pebisnis perlu melakukan berbagai cara untuk bisa mencapai omset dan keuntungan yang meningkat. Nah kali ini kita akan membahas mengenai 10 cara mudah meningkatkan penjulana dalam bisnis. Memastikan omset bulanan untuk terus meningkatkan bukanlah hal yang mudah, apalagi banyak para pebisnis yang melakukan strategi dan metode pemasaran yang menarik minat pelanggan. Mulai dari memberikan diskon dan membangun hubungan baik dengan pelanggan. Selain itu masih ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis. Cara Meningkatkan Penjualan Dalam Bisnis cara meningkatkan penjualan Tidak perlu bingung, karena kami sudah merangkum tentang 10 cara mudah meningkatkan penjualan dalam bisnis, berikut pembahasannya 1. Memperluas Target Bisnis Hal paling mudah untuk meningkatkan omset penjualan adalah dengan memperluas target bisnis. Jika target pasar produk Anda sudah penuh, Anda bisa memperlebar target bisnis baru. Jangan takut untuk mengeluarkan biaya saat diawal untuk mencari target pasar yang baru, yang terpenting lakukan riset pasar mulai dari produk, harga dan persaingan. Jika riset Anda sudah tepat, maka kemungkinan besar menaikan keuntungan bukanlah hal yang sulit. 2. Fokus Pada Kualitas Produk Produk yang berkualitas pasti akan dicari oleh para pelanggan. Sebelum menjual barang pastikan Anda menjelaskan tentang kualitas produk yang Anda jual sebelum menyebutkan harga. Dengan begitu pelanggan akan lebih bisa menerima harga jual yang ditawarkan akan sebanding dengan kualitas produk yang akan didapatkan. Ada memang beberapa orang yang membeli barang tanpa memikirkan harga, tetapi lebih memilih untuk mencari barang yang berkualitas. Nah tugas Anda sebagai pebisnis bisa menjelaskan mengenai kualitas dari barang yang Anda jual. 3. Menjaga Kesetiaan Pelanggan Ada beberapa cara untuk menjaga kesetiaan pelanggan. Salah satunya dengan memberikan bonus dan potongan harga kepada para pelanggan loyal. Selain itu Anda juga bisa menyimpan kontak pelanggan untuk melakukan follow up ketika ada info menarik tentang produk bisnis yang Anda jual. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa pelanggan tetap/lama akan lebih cepat dan lebih tertarik dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian dibandingkan dengan para pelanggan baru. Jadi Anda perlu untuk tetap menjaga kesetiaan pelanggan dengan memberikan produk yang berkualitas dan pelayanan yang baik. Baca juga Tips Menangani Komplain Pelanggan 4. Berikan Promo Dengan Tengat Waktu Pemberian Diskon Produk Pemberian promo kadang diabaikan oleh pelanggan kadang juga malah lupa. Cara lain dalam pemberian promo bisa dilakukan dengan memberikan tengat waktu, jadi promo memiliki masa aktif untuk digunakan. Dengan begitu bisa memberikan dorongan kepada pelanggan untuk segera melakukan action. Anda juga bisa memberikan countdown waktu pada banner promo agar bisa dilihat secara jelas oleh pelanggan. Bila perlu berikan fitur reminder promo agar pelanggan mendapatkan notifikasi saat promo segera berakhir. 5. Strategi Bundling Produk Strategi bundling produk terbukti ampuh untuk meningkatkan penjualan dalam bisnis. Biasanya dalam paket bundling dibuat dengan harga yang lebih murah dari harga standart, tujuan utamanya agar meningkatkan produk yang terjual. Strategi ini memudahkan pelanggan dalam melakukan pembelian, menghemat waktu dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan. 6. Digital Marketing Strategi Digital Marketing Digital marketing memungkinkan Anda sebagai pebisnis melakukan penjualan ke berbagai lokasi yang lebih luas. Jika sebelumnya Anda masih menjalankan bisnis secara offline, untuk meningkatkan penjualan pastinya akan sulit karena dari segi target pasar tidak begitu luas. Tetapi dengan digital marketing target pasar Anda menjadi lebih banyak, jadi peluang untuk bisa meningkatkan penjualan semakin mudah. Ada berbagai strategi digital marketing yang bisa Anda gunakan seperti beriklan di Facebook Ads, Google Ads, Search Engine Optimization, Search Engine Marketing, Social Media Marketing dan masih banyak lagi. Yang pasti sebelum melakukan digitalisasi bisnis supaya sudah siap dari segi insfrastruktur bisnisnya. 7. Berikan Pelayanan Terbaik Ada pepatah mengatakan “Pelanggan adalah raja”, ini memang benar tidak ada yang salah. Anda selaku pemilik bisnis supaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Dengan memberikan pelayanan yang terbaik pelanggan akan merasa puas dan merekomendasikan bisnis Anda kepada teman-temannya. Jika sampai pelayanan bisnis Anda jelek sehingga mendapatkan review yang negative, maka untuk bisa mengembalikan seperti semula membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi kuncinya pelayanan terbaik menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan penjualan dalam bisnis. Baca juga Tips Mendatangkan Pelanggan Untuk Balik Lagi 6. Memberikan Garansi Garansi produk memang diperlukan bagi para pelanggan. Dengan adanya garansi, pelanggan akan merasa lebih aman untuk membeli produk yang Anda jual. Dengan memberikan garansi Anda bisa menaikan harga jual produk, karena pembeli sudah percaya dengan adanya garansi yang diberikan. 9. Berikan Testimoni & Review Pemberli mungkin tidak akan percaya dari kata-kata manis yang Anda berikan saat berjuaan produk. Tetapi pembeli akan lebih percaya dari testimoni dan review yang diberikan oleh pelanggan lain yang sudah membeli. Maka caranya Anda bisa menyuruh orang lain untuk mencoba produk Anda dan kemudian disuruh untuk membuat testimoni dan review secara jujur. 10. Perkuat Brand Meningkatkan Brand Awareness Nah yang terakhi adalah dengan memperkuat brand bisnis Anda. Dengan brand yang kuat Anda tidak perlu takut lagi untuk bersaing dengan bisnis sejenis. Cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat brand adalah dengan menjalankan 10 cara mudah meningkatkan penjualan yang sudah dibahas diatas. Nah demikianlah pembahasan mengenai 10 cara mudah meningkatkan penjualan dalam bisnis. Untuk Anda yang sampai saat ini belum memiliki website untuk keperluan bisnis, kami memiliki rekomendasi untuk pembelian hosting murah dari Qwords untuk keperluan bisnis Anda. dengan memiliki website bisnis Anda akan semakin mudah ditemukan oleh pelanggan. Terima kasih

bagaimana cara melakukan penjualan satu tingkat